Selasa, 23 Februari 2016

Seratus Butir Kekecewaan

Jika aku lahir untuk mencoba kegagalan agar belajar mengiklaskan mereka menang
Apa salah jika aku kecewa untuk pertama kali dan sampai kesekian kalinya?
Bukankan ini proses untuk menyadarkanku bahwa kemenangan orang lain itu bukan milikku
Yang jadi milikku adalah kekalahanku dan semua sisi serata isi yang ada di dalamnya
Bukankah kekalahan dan kemenangan sama-sama memiliki angka?
apa yang harus ku perbaiki? Usaha untuk menggapai kemenanganku yang diambil orang atau
Kegagalanku yang menjadi kunci masa depanku? Bukankah kegagalan hanya dianggap buruk bila yang memikirkannya jelas menolaknya?
Ini keseratus kalinya, aku tak ingin kegagalan ini sia-sia kuterima selama ini
Ku pejamkan sejenak mata, aku lelah berdiri di tepi gundahku meratap diri yang susah mekar
Sudah seratus butir kekecewaan ku kantongi dan ku simpan rapi di laci-laci memoriku
ku tak sadar begitu sabar memeliharanya dengan baik sampai terkumpul banyak
Kekalahan yang ku rasakan hampir  menutup semua kecemasan akan kegagalan
Sampai aku terjaga di ujung pagi… ku sadari ku masih sendiri…
Derita yang lama ku cintai membuatku lebih, sakit yang dulu ku nikmati membuatku lebih dan lebih lagi
Aku mekar… jiwa ku kan besar, karena aku hidup karena jiwa yang sudah tercerai berai


By:  elesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar