Jika aku lahir
untuk mencoba kegagalan agar belajar mengiklaskan mereka menang
Apa salah jika
aku kecewa untuk pertama kali dan sampai kesekian kalinya?
Bukankan ini
proses untuk menyadarkanku bahwa kemenangan orang lain itu bukan milikku
Yang jadi
milikku adalah kekalahanku dan semua sisi serata isi yang ada di dalamnya
Bukankah
kekalahan dan kemenangan sama-sama memiliki angka?
apa yang harus
ku perbaiki? Usaha untuk menggapai kemenanganku yang diambil orang atau
Kegagalanku yang
menjadi kunci masa depanku? Bukankah kegagalan hanya dianggap buruk bila yang
memikirkannya jelas menolaknya?
Ini keseratus
kalinya, aku tak ingin kegagalan ini sia-sia kuterima selama ini
Ku pejamkan
sejenak mata, aku lelah berdiri di tepi gundahku meratap diri yang susah mekar
Sudah seratus
butir kekecewaan ku kantongi dan ku simpan rapi di laci-laci memoriku
ku tak sadar
begitu sabar memeliharanya dengan baik sampai terkumpul banyak
Kekalahan yang
ku rasakan hampir menutup semua
kecemasan akan kegagalan
Sampai aku
terjaga di ujung pagi… ku sadari ku masih sendiri…
Derita yang lama
ku cintai membuatku lebih, sakit yang dulu ku nikmati membuatku lebih dan lebih
lagi
Aku mekar… jiwa
ku kan besar, karena aku hidup karena jiwa yang sudah tercerai berai
By: elesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar