Terik matahari membakar hatiku
Melumatkannya dalam rintihan-rintihan panas yang
melumas
Berbaur mencari penyejuk alami dengan setetes
keabadian
Pelan Gemercik air membasahi kulitku
Meresap rasanya sampai ke dalam urat nadi
Dinginya membuat sejuk darahku yang baru mendidih
Hidupku tetap bersuka menikmati segala hikmat
Kendati parau waktu menyaksikan kekuatiran
Tetap tak akan hidup dalam embun sesaat
Aku ingin hikmat ini abadi, meski pantau waktu tetap
berlanjut
Walau kekuatiran kerab menghianat
Aku ingin hidup tetap mermartabat
By
: Elesia Maria Tamba