Ada benci disini
Benci yang hari
tiap hari bertumpuk membentengi maaf
setiap hari maaf
berpencar mencari lubang pengampunan
Tapi benci lebih
pintar untuk membentengi diri dengan keangkuhan
Sampai hujan kasih
ikut meleburkan diri menghambat benteng benci semakin tinggi
Tetap saja benci
tak setengah-setengah, sedangkan maaf hampir menyerah
Ada benci disini
Saat petir pun
murka, benci tetap menggalang semangat diri
Kewajiban maaf
kini bersisa duka, disisihkan penyesalan dan kehilangan pengampunan
Petir pun
menemani maaf untuk mendapat sebuah pengampunan, benci semakin gila
Benteng kini
namanya pencakar langit, itu jelas membuktikan perasaannya
Maaf menjerit,
serasa benci memang benar saat ini, maaf pun terkapar
Ada benci disini
Benci yang
bertindak berlebihan untuk menerima seorang maaf atas kesalahannya sendiri
Maaf mulai tak
bergerak, ia lemas untuk lagi bertindak, hati benci bergejolak duka
Benci menyesal
tapi tak ingin tampak murahan, ia masih bebal
Maaf pun hanya
sanggup berbisik pelan kepada angin
“bantulah benci
untuk turun saat ia sudah lelah” dan maaf pun diam tak bergerak.
Karya : EM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar