Selasa, 23 Februari 2016

Ada Benci Disini



Ada benci disini
Benci yang hari tiap hari bertumpuk membentengi maaf
setiap hari maaf berpencar mencari lubang pengampunan
Tapi benci lebih pintar untuk membentengi diri dengan keangkuhan
Sampai hujan kasih ikut meleburkan diri menghambat benteng benci semakin tinggi
Tetap saja benci tak setengah-setengah, sedangkan maaf hampir menyerah

Ada benci disini
Saat petir pun murka, benci tetap menggalang semangat diri
Kewajiban maaf kini bersisa duka, disisihkan penyesalan dan kehilangan pengampunan
Petir pun menemani maaf untuk mendapat sebuah pengampunan, benci semakin gila
Benteng kini namanya pencakar langit, itu jelas membuktikan perasaannya
Maaf menjerit, serasa benci memang benar saat ini, maaf pun terkapar

 Ada benci disini
Benci yang bertindak berlebihan untuk menerima seorang maaf atas kesalahannya sendiri
Maaf mulai tak bergerak, ia lemas untuk lagi bertindak, hati benci bergejolak duka
Benci menyesal tapi tak ingin tampak murahan, ia masih bebal
Maaf pun hanya sanggup berbisik pelan kepada angin
“bantulah benci untuk turun saat ia sudah lelah” dan maaf pun diam tak bergerak.


Karya : EM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar